Oleh: purdieok | September 1, 2007

TDA Bussiness Conference at YM VIII ( Edit )

 Resume TDA Bussiness Conference at Y!M VIII

 Narasumber : Bobby Prayitno

 ” Seorang pakar dalam bidang investasi dan owner sebuah restoran di  Filipina ”

 Materi : ” Anda Kerja Untuk Dapat Uang, Tapi Sudah Anda Pekerjakankah  Uang Anda “

 Hari : Jum’at, 6 Juli 2007

Jam : Pkl. 15.30 – 17.25

 Acara tersebut diikuti sekitar 35 peserta

 

 Ini lah Isi dari acara tersebut :

 Narasumber :

 pengalaman saya sendiri, pemasukan saya (dari bermacam sumber) biasanya saya taruh aja di bank account karena saya sudah repot dengan ‘membuat’ uang dan biasanya account tsb nggak tersenggol2

 kecuali pas waktunya bayar tagihan2, kartu kredit, supplier dll tapi lama2 saya sadar bhw uang tersebut sebenarnya ‘nganggur’ kita udah capek2 bikin uang, eh dianya nganggur aja disana ya

 mending ‘disekolahin’ lagi tapi kendalanya, gimana untuk menyisihkan apa yg diperlukan buat bisnis dll, dari apa yg harus diinvestasikan yg saya lakukan, saya sisihkan uang 3 bulan cashflow bulanan saya

 utk ‘cash cepat’ nggak bisa diutak atik, untuk keperluan operasional lalu saya transfer sisa dana tsb, ke bank account yg lain buat investasi ‘jangka pendek’investasi ini sifatnya harus ‘cepat cair’

 contohnya: saham, reksadana dll setiap saat saya butuh bisa dipakai  langsung gampang menjualnya keuntungan dari dana ‘investasi cepat’ ini saya taruh lagi ke account: ‘investasi jangka panjang’ properti,

 bisnis baru, dll yg resikonya notabene bisa lebih tinggi tapi returnnya juga bisa jauh lebih tinggi buat makan pribadi / keluarga, pakai dana dari account investasi cepat dan jangka panjang karena

 uang usaha nggak bisa disentuh sama keluarga “make your money work  for you”

 Kriteria2 apa yg saya pribadi pakai utk menganalisa peluang investasi

1. resiko => paling penting, kita sudah capek2 bikin uang, jangan  ampai rugi. warren buffet bilang: 

     investing itu gampang, aturan pertama: jangan rugi, aturan kedua: lihat aturan pertama

 2. profit potential => ngapain capek2 berinvestasi kalau profitnya cuma sebesar bunga bank? harus 

     berlipat2 dari sana.. apalagi kalau mau menuju 11 digit club

 3. what does it take for me to run this? => saya orangnya pemalas,kalau investasinya sudah ada sistem   

     nya saya akan lebih  suka.. jadi gak tergantung  saya sendiri

                                                                    

 4. exit strategy => saya nggak bercita2 untuk terus2an sampai tua memegang investasi itu, harus 

           ada jangka waktu tertentu dimana kita bisa ‘keluar’ dari  investasi itu

 

 Narasumber menghimbau dan mengajak untuk membuat  investment club robert kiyosaki bilang: business is an ecosystem, harus ada faktor2  penunjang ada team nya ada system nya ada infrastrukturnya dll susah  kalau mau berinvestasi sendiri. ada rekan TDA kemarin yg cerita ke

 saya, bahwa ada peluang bisnis yg bagus tapi dia pas nggak ada uang cash,kalau kita ada team, dan ada salah satu anggotanya yg pas lagi  ada uang lebih kan akan lebih baik lagi

 

 Sesi Tanya jawab :

 1.Butuh dana minimal berapa pak untuk investasi ( Pertanyaan Pak  Herizaly )

 Jawab Narasumber:

 nggak ada dana minimal pak, sebisanya, tapi pilihan berinvestasinya mungkin akan dibatasi juga dengan dana yg tersedia, setau saya di bursa saham ada nilai tertentu yg harus di setor dulu sebelum bisa

 buka account 20-an juta kalau nggak salah

 2. Kenapa kok tdk diinvestkan ke bisnis saja pak? Apakah tdk lbh menguntungkan untuk pengembangan bisnis? ( Pertanyaan Bu Nadia )

 Jawab Narasumber :

 kenapa dibedakan, karena saya mau utk meminimalkan resikonya dengan  membagi2 ke jangka pendek dan jangka panjang resiko rendah dan resiko  tinggi mudah cair dan susah cair tergantung bisnisnya apa, mungkin  kriteria resiko dan likuiditas akan berbeda2 kalau pak hadi mau mulai  berbisnis “business to business”, itu likuiditasnya akan jauh lebih  lama dibandingkan retail, kita identifikasi peluang sampai ke jadi  proyek / bisnis yg menghasilkan bisa bulanan, bahkan saya ada proyek  yg sudah tahunan belum jadi juga

  3. Tadi disebutkan ada investasi jangka pendek dan menengah bisa dijelaskan lebih spesifik lagi pak? misalnya tentang resiko yang  mungkin terjadi ( Pertanyaan Pak Freddy )

 Jawab Narasumber :

 intinya pak, jangka pendek itu gampang jual belinya misalkan saham  setiap saat kita mau jual atau beli, pasti ada yg mau makanya orang  yg rugi banyak pas kasus enron di amerika sana, saya nggak ngerti

 kenapa mereka nggak mau jual itu lebih di psikologinya aja jangka menengah / panjang, misalkan properti dari kita beli properti,  urus2 kpr, sampai nantinya kita jual, bisa berbulan2 lamanya itu

 tingkat resikonya pun berbeda jadinya contoh kasus, saya punya  properti di tempat dimana semua orang mau jual juga sudah 1 tahun  masih nggak kejual juga tuh properti harganya anjlok terus uang

 yg ‘agak lebih’ saya akan investasikan ke jangka pendek uang  yang ‘lebih banget’ saya akan investasikan ke jangka panjang jangka pendek bisa juga di jual beli barang dagangan misalkan tapi  bukan buka toko buka toko itu jangka panjang komitmen ke yg punya  properti, ada dp nya segala, ada kontrak dll, kalau pergi ke tanah  abang beli grosiran lalu di ecerkan di lingkungan rumah  menurut saya itu jangka pendek

 4. Begini pak, uang saya tidak pernah ngangur. Semua pasti lari ke  perputaran barang tiap hari. Nah bagimana menyisakannya untuk invest  jangka panjang itu pak? ( Pertanyaan Pak Yoyox )

 Jawab Narasumber :

 dari profitnya pak disisihkan kl bisnis resto saya sudah mulai mature  pak growthnya nggak terlalu tinggi bahkan mulai decline kadang2 jadi  sudah jadi cashflow producer aja pak yoyok tau 4 kuadrannya boston  consulting group nggak?ada 4 kuadran di bisnis question mark  (en.wikipedia.org/wiki/Growth-share_matrix ): baru mulai kita analisa  bisnisnya,belum tau apa akan untung apa nggak akan ada            

 growth apa nggak ini bisa kita invest lewat dana investasi jangka  panjang lalu ada star:growth nya tinggi, profitnya tinggi wah kalau  ketemu yg seperti ini saya akan jadikan dia sebagai investasi jangka

 pendek ada cash cow: nggak ada growth tapi profitable sekali, ini  saya ambil uangnya lalu investasikan ke tempat lain nggak ada growth,  nggak begitu profitable tapi nggak rugi nah ini terserah mau ditebas

 atau gimana, tapi jangan di invest lagi

 5. Sy ingin menanyakan untuk investasi jangka pendek tadi dijelaskan  contohnya saham.nah kalau pas kita butuh tapi harga saham anjlok  bagaimana pak? sedangkan kita niat awalnya investasi jangka pendek.  Karena biasanya ketika saham turun orang akan cenderung menunggu  hingga nilai saham naik baru di jual. Dan orang membeli saham ketika  harga dibawah rata2. karena sy pikir saham itu untuk jangka panjang.  ( Pertanyaan bu Yessy )

 Jawab Narasumber :

 kalau menurut pengetahuan saya ttg jual beli saham, itu salah kaprah  bu ada 2 kubu di investor saham

 1: fundamental investor

    dia akan beli saham yg harganya keliatannya ‘murah’ dibandingkan potensinya ini saya nggak kategorikan ke jangka pendek lebih cocok jadi investasi jangka panjang

 2: technical investor

    mereka lihat pola pergerakan harga saham dan akan beli saham yg  keliatannya harganya akan naik berdasarkan kriteria2 tertentu pattern, trend dll kubu pertama tokoh paling terkenalnya warren 

    buffett kubu ke 2 yang saya kenal pribadi: daryl guppy  private investor dari australia rate of returnnya dia rata2 30-an  persen per tahun saya pribadi belajar dari dia. technical investor

    itu untuk jangka pendek, karena begitu baru beli, saham itu akan  dimonitor secara teliti sekali forex saya nggak main bu karena :

    1. terlalu cepat pergerakannya

    2. ada keraguan tentang masalah halal apa nggak nya => ini menurut  pendapat saya pribadi jadi tolong jangan diperdebatkan tapi teorinya sama, saham dan technical investing emas bisa dijadikan option untuk investasi low risk.

 

 6. pak bobby lebih suka ke investasi ya pak ? kalo ke bisnis gimana  investasinya ? maksudnya ilmu itu bisa diterapin gak ?  ( Pertanyaan Pak Agusalis )

 Jawab Narasumber :

 bisnis, tergantung dari jenisnya, bisa ke investasi jangka pendek  atau jangka menengah / panjang kalau sifatnya hanya trade, itu bisa  jadi jangka pendek kl harus buka toko, buka resto, buka bengkel ;)

 atau buka pabrik, itu jangka panjang saya nyediain dananya dari  kantong ‘investasi jangka panjang’lalu saya masih analisa lagi ttg  resikonya, peluang profitnya dsb ada teman saya dulu jadi franchisor

 saya dia mulai bisnisnya jadi trader buat baju lalu dia bikin resto bikin chain lalu di franchisekan lalu exitnya dia: go public sekarang dia sudah networthnya 100 juta dolar restonya ada 30-an

 franchisenya di 4 negara itu menurut saya dia mulai dari jangka  pendek (jual beli baju), pindah ke jangka panjang, dan begitu lihat  bahwa bisnisnya termasuk kategori ’star’ di BCG matrix, dia alihkan

 ke jangka pendek lagi seperti mcdonald’s pak propertinya: jangka  panjang supply barangnya: jangka pendek

 

 7. Bagaimana membangun ekosistem? supaya dapat membantu menunjang  investasi kita? ( Pertanyaan Pak Agung Maryanto )

 Jawab Narasumber :

 lewat kelompok2 mastermind pak tapi tujuannya sedikit beda tujuannya  untuk mengidentifikasi peluang investasi yang ada dan harus ada  bermacam orang ada pendana nya ada yg ngalor ngidul cari peluang

 ada yg jago keuangan utk analisa peluangnya ada yg jago masalah  hukumnya biar nggak repot belakangannya kalau nggak ada yg semacam  itu, bisa juga cari orang ahlinya dan ongkosnya ditanggung bersama

 


Tanggapan

  1. bank mandiri
    rek :1390005179571
    cab :kcp pekalongan hayam wuruk
    atas nama: ishman kurniawan


Beri tanggapan

Your response:

Kategori