Resume TDA Bussiness Conference at Y!M VIII
Narasumber : Bobby Prayitno
” Seorang pakar dalam bidang investasi dan owner sebuah restoran di Filipina ”
Materi : ” Anda Kerja Untuk Dapat Uang, Tapi Sudah Anda Pekerjakankah Uang Anda “
Hari : Jum’at, 6 Juli 2007
Jam : Pkl. 15.30 – 17.25
Acara tersebut diikuti sekitar 35 peserta
Ini lah Isi dari acara tersebut :
Narasumber :
pengalaman saya sendiri, pemasukan saya (dari bermacam sumber) biasanya saya taruh aja di bank account karena saya sudah repot dengan ‘membuat’ uang dan biasanya account tsb nggak tersenggol2
kecuali pas waktunya bayar tagihan2, kartu kredit, supplier dll tapi lama2 saya sadar bhw uang tersebut sebenarnya ‘nganggur’ kita udah capek2 bikin uang, eh dianya nganggur aja disana ya
mending ‘disekolahin’ lagi tapi kendalanya, gimana untuk menyisihkan apa yg diperlukan buat bisnis dll, dari apa yg harus diinvestasikan yg saya lakukan, saya sisihkan uang 3 bulan cashflow bulanan saya
utk ‘cash cepat’ nggak bisa diutak atik, untuk keperluan operasional lalu saya transfer sisa dana tsb, ke bank account yg lain buat investasi ‘jangka pendek’investasi ini sifatnya harus ‘cepat cair’
contohnya: saham, reksadana dll setiap saat saya butuh bisa dipakai langsung gampang menjualnya keuntungan dari dana ‘investasi cepat’ ini saya taruh lagi ke account: ‘investasi jangka panjang’ properti,
bisnis baru, dll yg resikonya notabene bisa lebih tinggi tapi returnnya juga bisa jauh lebih tinggi buat makan pribadi / keluarga, pakai dana dari account investasi cepat dan jangka panjang karena
uang usaha nggak bisa disentuh sama keluarga “make your money work for you”
Kriteria2 apa yg saya pribadi pakai utk menganalisa peluang investasi
1. resiko => paling penting, kita sudah capek2 bikin uang, jangan ampai rugi. warren buffet bilang:
investing itu gampang, aturan pertama: jangan rugi, aturan kedua: lihat aturan pertama
2. profit potential => ngapain capek2 berinvestasi kalau profitnya cuma sebesar bunga bank? harus
berlipat2 dari sana.. apalagi kalau mau menuju 11 digit club
3. what does it take for me to run this? => saya orangnya pemalas,kalau investasinya sudah ada sistem
nya saya akan lebih suka.. jadi gak tergantung saya sendiri
4. exit strategy => saya nggak bercita2 untuk terus2an sampai tua memegang investasi itu, harus
ada jangka waktu tertentu dimana kita bisa ‘keluar’ dari investasi itu
Narasumber menghimbau dan mengajak untuk membuat investment club robert kiyosaki bilang: business is an ecosystem, harus ada faktor2 penunjang ada team nya ada system nya ada infrastrukturnya dll susah kalau mau berinvestasi sendiri. ada rekan TDA kemarin yg cerita ke
saya, bahwa ada peluang bisnis yg bagus tapi dia pas nggak ada uang cash,kalau kita ada team, dan ada salah satu anggotanya yg pas lagi ada uang lebih kan akan lebih baik lagi
Sesi Tanya jawab :
1.Butuh dana minimal berapa pak untuk investasi ( Pertanyaan Pak Herizaly )
Jawab Narasumber:
nggak ada dana minimal pak, sebisanya, tapi pilihan berinvestasinya mungkin akan dibatasi juga dengan dana yg tersedia, setau saya di bursa saham ada nilai tertentu yg harus di setor dulu sebelum bisa
buka account 20-an juta kalau nggak salah
2. Kenapa kok tdk diinvestkan ke bisnis saja pak? Apakah tdk lbh menguntungkan untuk pengembangan bisnis? ( Pertanyaan Bu Nadia )
Jawab Narasumber :
kenapa dibedakan, karena saya mau utk meminimalkan resikonya dengan membagi2 ke jangka pendek dan jangka panjang resiko rendah dan resiko tinggi mudah cair dan susah cair tergantung bisnisnya apa, mungkin kriteria resiko dan likuiditas akan berbeda2 kalau pak hadi mau mulai berbisnis “business to business”, itu likuiditasnya akan jauh lebih lama dibandingkan retail, kita identifikasi peluang sampai ke jadi proyek / bisnis yg menghasilkan bisa bulanan, bahkan saya ada proyek yg sudah tahunan belum jadi juga
3. Tadi disebutkan ada investasi jangka pendek dan menengah bisa dijelaskan lebih spesifik lagi pak? misalnya tentang resiko yang mungkin terjadi ( Pertanyaan Pak Freddy )
Jawab Narasumber :
intinya pak, jangka pendek itu gampang jual belinya misalkan saham setiap saat kita mau jual atau beli, pasti ada yg mau makanya orang yg rugi banyak pas kasus enron di amerika sana, saya nggak ngerti
kenapa mereka nggak mau jual itu lebih di psikologinya aja jangka menengah / panjang, misalkan properti dari kita beli properti, urus2 kpr, sampai nantinya kita jual, bisa berbulan2 lamanya itu
tingkat resikonya pun berbeda jadinya contoh kasus, saya punya properti di tempat dimana semua orang mau jual juga sudah 1 tahun masih nggak kejual juga tuh properti harganya anjlok terus uang
yg ‘agak lebih’ saya akan investasikan ke jangka pendek uang yang ‘lebih banget’ saya akan investasikan ke jangka panjang jangka pendek bisa juga di jual beli barang dagangan misalkan tapi bukan buka toko buka toko itu jangka panjang komitmen ke yg punya properti, ada dp nya segala, ada kontrak dll, kalau pergi ke tanah abang beli grosiran lalu di ecerkan di lingkungan rumah menurut saya itu jangka pendek
4. Begini pak, uang saya tidak pernah ngangur. Semua pasti lari ke perputaran barang tiap hari. Nah bagimana menyisakannya untuk invest jangka panjang itu pak? ( Pertanyaan Pak Yoyox )
Jawab Narasumber :
dari profitnya pak disisihkan kl bisnis resto saya sudah mulai mature pak growthnya nggak terlalu tinggi bahkan mulai decline kadang2 jadi sudah jadi cashflow producer aja pak yoyok tau 4 kuadrannya boston consulting group nggak?ada 4 kuadran di bisnis question mark (en.wikipedia.org/wiki/Growth-share_matrix ): baru mulai kita analisa bisnisnya,belum tau apa akan untung apa nggak akan ada
growth apa nggak ini bisa kita invest lewat dana investasi jangka panjang lalu ada star:growth nya tinggi, profitnya tinggi wah kalau ketemu yg seperti ini saya akan jadikan dia sebagai investasi jangka
pendek ada cash cow: nggak ada growth tapi profitable sekali, ini saya ambil uangnya lalu investasikan ke tempat lain nggak ada growth, nggak begitu profitable tapi nggak rugi nah ini terserah mau ditebas
atau gimana, tapi jangan di invest lagi
5. Sy ingin menanyakan untuk investasi jangka pendek tadi dijelaskan contohnya saham.nah kalau pas kita butuh tapi harga saham anjlok bagaimana pak? sedangkan kita niat awalnya investasi jangka pendek. Karena biasanya ketika saham turun orang akan cenderung menunggu hingga nilai saham naik baru di jual. Dan orang membeli saham ketika harga dibawah rata2. karena sy pikir saham itu untuk jangka panjang. ( Pertanyaan bu Yessy )
Jawab Narasumber :
kalau menurut pengetahuan saya ttg jual beli saham, itu salah kaprah bu ada 2 kubu di investor saham
1: fundamental investor
dia akan beli saham yg harganya keliatannya ‘murah’ dibandingkan potensinya ini saya nggak kategorikan ke jangka pendek lebih cocok jadi investasi jangka panjang
2: technical investor
mereka lihat pola pergerakan harga saham dan akan beli saham yg keliatannya harganya akan naik berdasarkan kriteria2 tertentu pattern, trend dll kubu pertama tokoh paling terkenalnya warren
buffett kubu ke 2 yang saya kenal pribadi: daryl guppy private investor dari australia rate of returnnya dia rata2 30-an persen per tahun saya pribadi belajar dari dia. technical investor
itu untuk jangka pendek, karena begitu baru beli, saham itu akan dimonitor secara teliti sekali forex saya nggak main bu karena :
1. terlalu cepat pergerakannya
2. ada keraguan tentang masalah halal apa nggak nya => ini menurut pendapat saya pribadi jadi tolong jangan diperdebatkan tapi teorinya sama, saham dan technical investing emas bisa dijadikan option untuk investasi low risk.
6. pak bobby lebih suka ke investasi ya pak ? kalo ke bisnis gimana investasinya ? maksudnya ilmu itu bisa diterapin gak ? ( Pertanyaan Pak Agusalis )
Jawab Narasumber :
bisnis, tergantung dari jenisnya, bisa ke investasi jangka pendek atau jangka menengah / panjang kalau sifatnya hanya trade, itu bisa jadi jangka pendek kl harus buka toko, buka resto, buka bengkel
atau buka pabrik, itu jangka panjang saya nyediain dananya dari kantong ‘investasi jangka panjang’lalu saya masih analisa lagi ttg resikonya, peluang profitnya dsb ada teman saya dulu jadi franchisor
saya dia mulai bisnisnya jadi trader buat baju lalu dia bikin resto bikin chain lalu di franchisekan lalu exitnya dia: go public sekarang dia sudah networthnya 100 juta dolar restonya ada 30-an
franchisenya di 4 negara itu menurut saya dia mulai dari jangka pendek (jual beli baju), pindah ke jangka panjang, dan begitu lihat bahwa bisnisnya termasuk kategori ’star’ di BCG matrix, dia alihkan
ke jangka pendek lagi seperti mcdonald’s pak propertinya: jangka panjang supply barangnya: jangka pendek
7. Bagaimana membangun ekosistem? supaya dapat membantu menunjang investasi kita? ( Pertanyaan Pak Agung Maryanto )
Jawab Narasumber :
lewat kelompok2 mastermind pak tapi tujuannya sedikit beda tujuannya untuk mengidentifikasi peluang investasi yang ada dan harus ada bermacam orang ada pendana nya ada yg ngalor ngidul cari peluang
ada yg jago keuangan utk analisa peluangnya ada yg jago masalah hukumnya biar nggak repot belakangannya kalau nggak ada yg semacam itu, bisa juga cari orang ahlinya dan ongkosnya ditanggung bersama
bank mandiri
rek :1390005179571
cab :kcp pekalongan hayam wuruk
atas nama: ishman kurniawan
Oleh: ISHMAN KURNIAWAN on September 30, 2007
at 3:41 am