Oleh: purdieok | September 1, 2007

TDA Bussiness Conference at YM X ( Edit )

Resume acara TDA Bussiness Conference X dengan pembicara bapak ikhwan

sopa Master Trainer E.D.A.N hari jumat 20 juli 2007 pkl. 14.00 – 16.00

 mohon maaf karena baru sekarang saya postingkan dimillist karena ada

 kesibukan. Untuk materi mindset sukses ” melaju ditengah

 badai “,temen temen semua bisa juga diliat diposting pak ikhwan sopa

 ( OmPopa ), sebenarnya kalau temen temen liat posting OmPopa ada 3

 materi tapi di acara TDA Bussiness Conference hanya membahas 2 materi

 karena keterbatasan waktu. semoga bermanfaat

 

 Resume TDA Bussiness Conference X

 

 Sesi 1 :

 

 Materi 1: Mind Balancing.

 Sebagai TDA, akan selalu ada situasi naik dan turun.Dalam situasi

 turun, kita harus tetap bisa bergerak dan tidak diam di tempat.

 Agar bisa tetap bergerak. Kita harus memahami pola berpikir kita

 sendiri saat kondisi-kondisi tidak menyenangkan itu terjadi.

 Salah satu yang paling penting adalah memahami atmosfir atau hemisper

 dari pikiran kita.Pikiran kita punya pola. Pola itu diketahui pakar

 sebagai pola kanan dan pola kiri.Inilah yang harus kita pahami. Tidak

 sulit tapi juga tidak terlalu mudah.Apa yang perlu dilakukan hanya

 membiasakan diri.Contoh yang paling mudah adalah detik ini juga.

 Rasakanlah pikiran kita, apakah kita sedang tegang, senang, sedih,

 antusias dan sebagainya.Untuk yang tegang dan sejenisnya, Anda sedang

 menggunakan otak kiri, sebaliknya untuk yang senang atau antusias,

 Anda cenderung sedang menggunakan otak kanan. Rasakanlah sekarang

 juga, cobalah pahami hal ini.

 

 Tanya Jawab :

 

 1. arf_ok : dalam kompisisi, lebih baik mana penggunaan otak kira dan

 kanan ?

 

 Jawaban Narasumber :

 Misalnya jika sekarang kita sedang cukup stress, segeralah memahami

 bahwa itu adalah otak kiri yang sedang bekerja. Tidak perlu

 dipersalahkan, tidak perlu ditolak, cukup dipahami dan diterima, tapi

 dengan pemahaman bahwa itu tidak berada dalam keseimbangan.

 Cara yang paling mudah adalah dengan sesegera mungkin mengafirmasi

 diri, misalnya dengan berkata “wahhh… ini otak kiri saya sedang

 bekerja terlalu keras.”Ungkapan itu demikian sederhana, tapi powernya

 luar biasa. Silahkan Anda coba.Diri Anda, keseluruhannya, tidak lebih

 dan tidak kurang, hanya bisa berkata “ya” pada isi pikiran Anda.

 Dengan mengatakan itu, maka seluruh diri Anda mulai memahami

 keberadaan dua wilayah otak ini. Itu seudah cukup untuk Anda.

 Fenomena inilah yang sering kita lihat pada orang yang bekerja dalam

 situasi penuh tekanan, atau orang yang stress di rumah, tapi di

 kantor tetap efektif dan bekerja. Mereka tidak berdarah dingin,

 mereka terampil menyeimbangkan pikirannya.Kebiasaan mereka adalah

 selalu mengetahui otak mana yang sedang bekerja. Hanya sesederhana

 itu. Anda hanya perlu melatihnya mulai sekarang. Lebih dari itu,

 hanya perlu beberapa menit sebelum kebiasaan ini mulai tumbuh dalam

 diri Anda.

 

 2. angkasabiruku: saya dengar zikir, puasa bisa mencerdaskan otak

 kanan, bagasimana menurut bapak?otak kanan kadang gak masuk akal

 logika, apakah sesuatu yang gak logika itu selalu otak kanan pak?

 

 Jawaban Narasumber :

 Ya tentu saja, zikir, puasa, bisa dipersepsi sebagai afirmasi positif.

 Jika kita sedang bertakbir, secara relektif kita juga berasumsi bahwa

 kita akan tumbuh besar. Lebih besar dari masalah yang kita hadapi.

 Puasa, membuat kita selalu melirik mereka yang tidak bisa makan

 karena terpaksa. Itu artinya, kita diharuskan melihat the bright

 side. Alias bersyukur alias merasa untung masih bisa makan. Itu

 dilakukan oleh otak kanan.Logika = otak kiri. Logika itu bagus,

 tugasnya seperti akuntan yang fungsinya rem untuk soal duit. Logika

 adalah untuk survival.Akan tetapi, tidak seluruh hidup kita adalah

 untuk berpikir tentang survival saja, melainkan menikmati dan

 mensyukuri apa yang sudah dicapai.Dan bersyukur atas nikmat itu,

 adalah kerja otak kanan. Itu sebabnya bersyukur itu menyenangkan.

 Tanpa logika, pokoknya senang saja. Itulah yang membuat mind balanced.

 Hati, melingkupi semuanya. Baik kanan maupun kiri, tidak bisa lepas

 dari hati. Ungkapan “berhati-hatilah”, selama ini lebih Anda kenal

 sebagai “kiri” alias urusan survival. Apa yang dikatakan Pak Nunu

 tentang ini, mestinya tidak selalu begitu, melainkan juga bernuansa

 kanan.

 

 angkasabiruku:

 bagaimana dengan intuisi/firasat pak, saya dengar intuisi adalah

 informasi dari otak kanan juga pak, bagaimana dengan kebenaran

 informasi dari intuisitersebut. apakah kita perlu uji dengan otak

 kiri?

 

 Jawaban narasumber :

 Khawatir itu penting, tapi fungsinya adalah anugerah. Khawatir sering

 membuat kita khawatir, padahal khawatir juga punya sisi kanan. Coba

 bayangkan tanpa khawatir menyeberang jalan, selamat kah Anda? Jadi

 khawatir adalah blessing. Bukan semata-mata mengandung masalah.

 Intuisi sering diasosiakan dengan “kanan”. Dalam prakteknya, “sisi

 kanan” justru paling berperan bagi seorang entrepreneur. Cobalah

 ingat lagi jargonnya. Kesempatan, peluang, fleksibilitas,

 kreatifitas, adaptasi, modifikasi, itu semua tentang otak kanan.

 Otak kiri Anda mengambil data apa adanya. Tanpa nilai. Kemudian kita

 merumuskan dan mengaitkan berbagai hal sehingga sampai pada

 kesimpulan. Proses itu, bukan otak kiri melainkan otak kanan.

 Otak kiri hanya menambah, mengurang, mengali atau bagi,

 mengelompokkan, mengurutkan. Perhatikanlah bahwa serapi apapun itu,

 tidak akan berguna kecuali hanya sebagai data atau informasi saja.

 Agar lebih bermanfaat, semua data apa adanya itu diolah dengan

 kreatif, dengan berbagai pertanyaan “what if”. Di sini, yang bekerja

 otak kanan.Itu sebabnya, setiap orang dengan data yang sama akan

 menghasilkan output yang berbeda. Sebab, otak kanan punya spektrum

 kreatifitas yang lebih luas. Contoh: Secara matematis 1 + 1 adalah 2.

 Anda semua pasti sepakat.Tapi, bagaimana dengan matematika otak kanan

 seperti ini: 1 + 1 sama dengan 3 atau lebih?

 Itulah yang dikonsepkan dalam mastermind. Bahwa dua pikiran

 digabungkan, akan menciptakan pikiran ketiga. Jika Anda pake otak

 kiri, Anda sulit menerima ini. Tapi jika Anda gunakan otak kanan,

 Anda akan menerimanya dengan senang hati.So, Anda bisa melihat

 sendiri bahwa otak kanan Anda sama jenius dan bermanfaatnya dengan

 otak kiri yang hanya tahu 1 + 1 sama dengan 2. Padahal dengan intuisi

 dan otak kanan, Anda bisa tahu bahwa hasilnya bisa 3, 4, 5 atau yang

 lain.

 

 3. seta_pm : salam…apa beda otak kanan dan hati, dalam pengaruhnya

 dalam attitude? menurut bapak betul tidak sebaiknya kita sebagai

 pebisnis sangat dianjurkan untuk mempunyai guru spiritual?

 

 Jawaban Narasumber :

Otak, sesuai dengan kata dasarnya yang mengandung qaf dal dan ha,

 seperti juga akidah punya fungsi tunggal yaitu MEMILIH.

 Memilih itu lebih ke kiri alias netral. Tak kenal baik atau buruk,

 benar atau salah.Hati, adalah untuk menentukan salah atau benar dan

 baik atau buruk. Fungsinya merasakan. Kemudian, saat harus memilih,

 yang digunakan adalah otak kanan.Kalo pake otak kiri, jadinya akan

 begini “jika seseorang memukul saya, maka saya akan memukulnya balik.”

 Menurut otak kanan, belum tentu. Sebab, hati Anda lebih berperan di

 situ. Hanya saja, tolong dipahami bahwa otak kiri juga pake hati,

 mestinya.Soal guru spiritual, nggak pandang pebisnis. Kalo kita

 memang manusia beragama, harus punya guru spiritual. Guru terbaik itu

 Rosul.Akar kata dari akal adalah sama seperti akidah, yaitu TERIKAT,

 terikat pada apa terikat pada PILIHAN! Coba perhatikan kebenarannya.

 Otak kiri dan kanan terikat pada pilihan. Kiri hanya bisa memilih.

 Dan kanan memilih yang tepat, benar, baik dan sebagainya.

 Itu sebabnya, saat sudah memilih, serahkan keputusan akhirnya kepada

 otak kanan yang lebih dekat dengan hati. Di atas kertas Anda

 harustetap TDB misalnya. Tapi apakah Anda bisa tenang dan bahagia

 dengan itu? Takut? Itu cuma otak kiri Anda. Dengan otak kanan, Anda

 bisa membayangkan

 

 seta_pm:

 maksud saya guru spiritual yang masih hidup secara jasad, bagaimana

 menurut bapak? karena hati kita kan sering gak bersih untuk selalu

 mengakses Rasul SAW apalagi langsung ke Allah SWT

 

 Jawaban Narasumber :

 Kata ulama sih harus. Saya sendiri belum punya.

 

 4. j_avinah: yg saya tangkep selama ini jdnya si kanan yg lbh byk

 fungsinya untuk nye-imbangin, (bener gak sih?).. mungkin gak keadaan

 sebaliknya? -misal saking gembiranya (otak kanan) trus otak kiri kita

 hrs kerja juga?… atau gimana?

 

 Jawaban Narasumber :

 Saat lahir, Anda sebenarnya seimbang. Berbagai kejadian berikutnya

 membuat Anda terlalu ke kiri. Penolakan, kegagalan, kekhawatiran,

 nggak PD, membuat kita terlalu ke kiri.Jarang orang yang lebih ke

 kanan. Tapi memang ada. Biasanya, itu karena treatment sejak kecil

 dari orang tua yang tidak melecehkan, tidak sering memarahi, tidak

 sering ditolak, atau tidak sering dihukum. Perhatikan anak yang

 demikian, pasti kreatif. Alias, kanan banget.

 

 j_avinah:

 jd kalo udah kanan bgt, msh perlu di seimbangkan ama si kiri gak?

 

 Jawaban Narasumber :

 Tentu, terlalu kanan, nanti jadi orang yang nggak serius. Kerjanya

 hanya bercanda dan bermain. Malas memilih, malas bertindak, hanya

 bersenang-senang.

 

 5. jusron_faizal: salam pak ikhwansopa, bagaimana caranya mengenali

 cara dan pola berpikir saya, sejauh ini saya juga belum bisa

 merasakan gaya diri saya dalam berpikir, kuat di kanan atau kiri?

 

 Jawaban Narasumber :

 Pertanyaan Anda berasal dari kiri. Nggak usah dianalisis, langsung

 rasakan saja. Saat ini Anda menggunakan kiri kan?Sekarang pindahlah

 ke kanan. Perhatikan ini =))Anda sudah langsung ke kanan. Gitu doang.

 Kepekaannya cuma perlu dilatih dan dirasakan.Nggak susah.

 Implementasikan dalam bisnis. Ya semudah itu. Kalo dua hari ini Anda

 latihan, Anda langsung tahu maksud saya.Contoh, saya mau cari EO,

 kiri saya protes. Lu itu siapa. Tapi kanan gua bilang, elu pan udah

personal branding selama setahun. Coba aja.Trus aku coba, bikin

 pengumuman tentang Eo. Hasilnya, 20 kota dalam empat hari. Nggak

 nyangka kan? Kiri gua akhirnya menerima.

 

 

 KESIMPULAN SESI 1 :

 TERLALU KIRI ANDA TIDAK KEMANA-MANA, TERLALU KANAN ANDA NGGAK JELAS

 KEMANA. KESEIMBANGAN MENCIPTAKAN FOKUS YANG BERGERAK.

 

 

 Sesi 2 :

 

 Materi 2: EMOTIONAL BALANCED

 Setiap keadaan Anda punya emosi. Emosi punya energi. Selalulah

 mengupayakan agar energi itu positif sifatnya, termasuk jika ia

 destruktif sekalipun seperti marah, kecewa, atau sedih. Jika Anda

 gagal, Anda akan tertelan badai. Jika berhasil, Anda malah bisa lebih

 maju.Di dalam emosi yang negatif, ada dua elemen mendasar, yaitu

 sebab munculnya energi itu, dan energi itu sendiri. Jika Anda marah,

 ada dua hal, sebab Anda marah, dan energi kemarahan Anda. Pisahkan,

 lalu manfaatkan.Anda bayangkan ini. Suatu saat Anda marah. Sadarilah

 bahwa “sebab marah” bisa segera Anda lupakan. Tapi energinya akan

 tetap ada di sana. Manfaatkan.Contoh: Anda kecewa karena seseorang

 memperlakukan Anda dengan tidak menyenangkan.Anda bisa melupakan

 sebabnya, dan berfokus pada pemanfaatan energinya. Anda sudah sering

 melakukannya.Ingatlah bagaimana Anda menarik nafas dalam-dalam saat

 marah kepada seseorang, kemudian Anda berkata, “Jadi gini lho…”

 Itu contoh nyata dari apa yang sudah Anda lakukan, hanya perlu

 dilatih.Saat Anda menghela nafas, Anda mencoba melupakan sebab. Dan

 saat Anda mengatakan kalimat berikutnya, itu artinya Anda sedang

 mencoba memanfaatkan energinya. Dan biasanya, Anda akan lebih bisa

 mengontrol diri. Bukan begitu.Contoh lain, adalah saat Anda bisa

 berkata setelah menghela nafas, “Ok… gini deh.”

 Itu adalah skill, tapi Anda mungkin melupakannya. Itu skill penting

 supaya Anda tidak salah menyalurkan energi emosi. Jika berhasil, Anda

 akan merasakan bedanya ketimbang Anda langsung melampiaskan marah

 begitu saja. Ini mudah sekali sebenarnya, karena kita adalah orang

 yang terdidik.

 

 Sesi Tanya Jawab :

 

 1. eko.purnomo: terima kasih Pak, saya mau tanya, kalau kita sedang

 marah, energi kan banyak keluar, bisa gak ya energi tersebut

 disalurkan ke otak kanan? dulu saya pernah mengikuti pelatihan alpha

 energy, katanya kalau orang sedang puncaknya marah, dan disalurkan

 dengan tepat, maka apa yang diingikan akan segera terwujud, benarkah ?

 

 Jawaban Narasumber :

 Pada dasarnya memang itu maksudnya. Logika kiri Anda terbatas. Tapi

 imajinasi Anda hampir tanpa batas. Energi emosi itu, bisa Anda

 gunakan untuk meramalkan masa depan. Nggak usah jauh-jauh, beberapa

 detik setelah marah bisa Anda prediksi bisa jadi apa. Malapetaka atau

 solusi.Apa yang Anda perolah dari pelatihan itu sama maksudnya.

 

 2. angkasabiruku: energi emosi  yang manakah yang paling tinggi

 kekuatan energinya untuk mencapai tujuan tujuan kita? Apakh energi

 emosi ketika kita diremehkan atau energi emosi ketika kita dihargai?

 

 Jawaban Narasumber :

 Tidak ada yang tahu batasan emosi kita. Anthony Robbins mengatakan

 it’sthe giant within. Besarnya luar biasa. Contoh adalah imajinasi.

 Itu juga emosi, khayalan, Anda lihat sekarang hasilnya? Mengkhayal

 bisa terbang, mengkhayal ke bulan, mengkhayal bisa berkomunikasi

 seperti ini.Mau nggak mengkhayalkan kesuksesan Anda sendiri?Hati,

 melingkupi semuanya, Baik kanan

 

 3. ichsansnts: Pertanyaan saya real saja pak. Saya mengelola

 minimarket milik saya sendiri pak, setiap hari saya selalu

 dipusingkan dengan tagihan dari suplier2 saya. ada masukan untuk

 lebih menyeimbangkan kiri dan kanan saya?

 

 Jawaban Narasumber :

 Tagihan Anda itu urusan kiri Anda. Lihatlah yang kanan, betapa omzet

 Anda sebenarnya berkembang. Jika Anda sedang merugi, lihatlah bahwa

 nanti akan berkembang. Jika Anda bisa melihat itu semua, Anda masuk

 ke kanan. Lalu rasakan visualisasi yang nikmat itu.

 

 ikhwansopa: Omzet Anda tumbuh?

 

 ichsansnts: 3 bulan ini turun pak

 

 ikhwansopa: Answer please.

 

 ikhwansopa: Apa rasanya?

 

 ichsansnts: pusing pak

 

 ikhwansopa: Pernah naik?

 

 ichsansnts: pernah

 

 ikhwansopa: Banyakan naik apa turun?

 

 ichsansnts: banyak turunnya tahun ini

 

 ikhwansopa: Menurut Anda bisa naik nggak?

 

 ichsansnts: bisa pak

 

 So, rasakan itu terus menerus, bahwa Anda akan menemukan jalan untuk

 KEMBALI naik. This is only a TEMPORARY defeat. Rasakan terus. Kalo

 perlu, nggak usah mikirin gimana caranya. Ntar pasti ketemu.

 Otak Anda tidak bisa diisi dengan dua hal. Hanya bisa diisi dengan

 satu hal. Isilah dengan kemungkinan NAIK. Cukup itu saja. Gimana

 caranya? Ntar, rasakan dulu untuk beberapa hari. Nanti lapor sama

 saya hasilnya.Jangan lupa RASAKAN kemungkinan NAIK. Betapa itu

 menyenangkan.Skeptis? Nggak usah. Pokoknya RASAKAN.Kreatifitas Anda

 tidak akan muncul kalo Anda merasa susah. Anda harus merasa senang.

 Sekalipun itu khayalan (khayalan yang mungkin lho!)Ingatlah bahwa

 segala sesuatu diciptakan DUA KALI, pertama dalam bentuk blue print,

 di kertas atau di kepala Anda. Kedua adalah realisasinya. Dengan

 merasakan nikmatnya sukses yang belum datang, Anda sudah masuk ke

 proses penciptaan.Ya. Doa jangan lupa.Gedung diciptakan dua kali.

 Sukses diciptakan dua kali. Mulailah proses penciptaan dengan

 membayangkan keberhasilan. Arsitek tidak akan menggambar rancang

 bangun dengan asumsi akan ambruk toh?

 

 4. aviist: pak, saya baru bercerai karena saya lihat perkawinan ini

 yang menghambat usaha saya dan setelah kasus saya selesai seketika

 itu juga semua perasaan negatif tentang usaha saya hilang..apakah di

 dalam fase sebelum perceraian saya mengalami ketidak seimbangan pak??

 dan mengapa setelah perceraian seketika

 

 Jawaban Narasumber :

 

 Anthony Robbins juga bercerai karena merasa bahwa perkawinannya jadi

 hambatan. Cerai tidak disukai, tapi dimungkinkan terjadi. Jika

 bercerai itu keyakinan Anda, dan Anda tidak menyesal. Anda tidak

 bermasalah.Jodoh itu ditangan Tuhan. Itu tidak hanya berarti hanya

 untuk sebelum kawin. Sesudah kawin pun, jodoh tetap di tangan Tuhan.

 Kita tidak akan pernah tahu.Jika Anda tidak merasa menyesal, so the

 show must go on. Keeping moving!Itu rahasia Tuhan, tapi jika Anda mau

 mereviewnya, Anda pasti akan menemukan. But for what? Sudah tidak ada

 gunanya. Lihatlah ke depan saja, kasihilah mantan istri, jadikan

 teman, dan yang pasti adalah anak.Jika emosi Anda kini positif,

 jangan buat menjadi negatif dengan menyengaja menyesali masa lalu.

 Dalam kasus tertentu, suatu saat Anda akan sangat menghargai

 penderitaan yang dua tahun itu. Minimal, soba kalo nggak cerai…

 mungkin saya tidak akan sesukses ini. Mohon maaf, ini bukan

 pembenaran perceraian, tapi sudah terlanjut terjadi. Maka itu harus

 dijadikan sesuatu yang indah dari masa lalu.

 

 5.deni_sutisna: Terimakasih pak. Saya sering larut dalam suatu emosi

 negatif yang membuat saya down, bahkan bisa berhari-hari, saya

 sebetulnya sadar klo saya harus keluar dari kondisi tersebut, tapi

 sering kali sulit. Pertanyaannya selain dari faktor internal, apa ada

 faktor eksternal yg efektif untuk membantu keluar dari kondisi stress?

 

 Jawaban Narasumber :

 

 Itu sebabnya, Anda disuruh rekreasi kalo lagi stress. Faktor

 eksternal sangat berpengaruh. Karena emosi kita hampir semuanya,

 adalah refleksi cara pandang kita tentang dunia.Stress? Ya tinggal

 rekreasi sebenarnya.Itu sebabnya disebut dengan RE-KREASI. Supaya

 Anda bisa memunculkan kembali kreatifitas Anda. Jangan anggap enteng

 rekreasi.Anda stuck. Kiri Anda terus menerus protes. Latihan materi 1

 akan membantu Anda.Anda di pantai, tapi otak Anda di kantor. itu

 kerjaan otak kiri. Suruh istirahat. Ia manut saja kok.

 

 

 KESIMPULAN MATERI 2: EMOSI NEGATIF MENJERUMUSKAN, EMOSI POSITIF

 MENDORONG. KESEIMBANGAN POSITIF MENCIPTAKAN FOKUS YANG BERGERAK.

 

 KESIMPULAN BESAR: JAGA KESEIMBANGAN PIKIRAN, JAGA KESEIMBANGAN EMOSI.

JANGAN KIRI TERUS, JANGAN NEGATIF TERUS. HASILNYA, ANDA AKAN

 TETAPMELAJU DI TENGAH BADAI.

 

      


Beri tanggapan

Your response:

Kategori