Oleh: purdieok | Desember 6, 2007

Ternyata Goal ku Salah!!

” Alhamdullilah saya telah mempunyai mobil BMW tahun 2004 no.AB 3878 NA warna hitam tanggal 1 Oktober 2007 “

Saya sudah terapkan yang disarankan dibuku buku bisnis atau seminar seminar yang saya ikuti. Apakah seperti itu salah?..saya rasa tidak salah, begitu juga mungkin temen temen juga berpendapat hal yang sama.

Semenjak adanya goal itu selalu saja ada solusi untuk meraih goal itu, tapi apakah mudah meraih goal itu?..saya rasa tidak bisa instan,butuh proses..

Biasanya setelah kita punya goal kita lebih banyak cara untuk meraih goal itu, dan juga lebih berani mengambil resiko..apakah kalau seperti itu salah ? ..tentu tidak,malahan bagus sekali

Terus apa dong yang salah?…” Otak kita ketika difokuskan pada suatu hal tertentu dengan detail dan dilakukan selama jangka waktu yang cukup lama dan sering, maka otak kita itu akan mencari jalan untuk meraih hal itu dan kadang mengabaikan hal lainnya “

Kita hidup bukan untuk didunia tapi juga kelak diakherat, kadang kita membuat goal yang berbau materi dengan berbagai alasan, ingin terlihat wah,ingin membanggakan orang tua,istri,anak,atau apalah..tapi kadang kita tidak pernah bertanya pada mereka apakah kalau kita sudah meraih goal itu mereka akan bangga..ada yang iya ada juga yang biasa saja.

Padahal resiko yang harus kita tanggung cukup berat kalau gagal..tapi seperti diseminar seminar bisnis katanya jangan pernah berpikiran gagal..ok lah kita tidak berpikiran gagal tapi pas kita gagal sering goal yang HANYA cuma itu, dinilai mahal dengan hilangnya kebahagiaan yang kita miliki, cerai, utang dmn2, anak anak terlantar, dan lain lain . yang pasti sangat tragis sekali.

Jadi apakah salah kalau kita punya goal?..tentu tidak..yang salah adalah kita tidak pernah membuat goal selain yang berbau materi..pernah kah kita membuat goal selain berbau materi..misal : punya panti asuhan, menghajikan orang tua, dan lain lain..

Ok kita punya goal seperti itu, tapi menurut saya kita lebih condong ke goal yang punya mobil lah, punya rumah megah lah, punya banyak perusahaan..dan sejenisnya..kalau sudah seperti itu kadang kita menggadaikan kebahagian kita

Saran saya : ” impian / goal boleh tinggi malah dianjurkan tapi jangan gadaikan kebahagian kita untuk meraih hal itu “..tapi bukan berarti kita tidak action dan juga tidak berani ambil resiko..kalau kita sudah seperti itu kita pasti action dan berani ambil resiko tapi dengan perhitungan matang dan meminimalkan kehilangan segala galanya..

Tujuan semua orang pastinya ” Bahagia Dunia dan Akhirat “

Saya analogikan tujuan kita semua itu seperti membangun sebuah rumah. Apakah ketika kita membangun rumah kita cuma merencanakan membuat kamar saja, dupur saja, halaman saja..tentu tidak bukan?..Pastinya kita merencanakan utuh sebuah rumah yang indah lengkap dengan kamar tidur, dapur, halaman..lengkap pokoknya sesuai keinginan kita


Tanggapan

  1. Setuju Mas Irfan.
    Sebelumnya salam kenal, SUKSES Selalu buat semua your Bisnis.
    Sesungguhnya Allah telah menjajikan untuk setiap transaksi denganNya akan dibalas 10 x lipat.
    Setiap kesulitan akan didatangkan penyelesaiannya.
    Saya pernah ngalami berencana menghajikan ortu sudah sejak 2005 tapi semua itu dengan dasar kalau bisnis2ku lancar dan dapat duit. Ternyata sampai 2006 duit tak dapat, kesulitan silih berganti batalah. Di 2007 pertengahan sy niatkan betul dan langsung tak bayar masing2 dg 20 jt untu 3 orang bp, ibu, sy sendiri ternya ada aja rizki ini walau kita tidak rencanakan.
    Sukses buat Mas Irfan


Beri tanggapan

Your response:

Kategori