Resume acara TDA Bussiness Conference X dengan pembicara bapak ikhwan
sopa Master Trainer E.D.A.N hari jumat 20 juli 2007 pkl. 14.00 – 16.00
mohon maaf karena baru sekarang saya postingkan dimillist karena ada
kesibukan. Untuk materi mindset sukses ” melaju ditengah
badai “,temen temen semua bisa juga diliat diposting pak ikhwan sopa
( OmPopa ), sebenarnya kalau temen temen liat posting OmPopa ada 3
materi tapi di acara TDA Bussiness Conference hanya membahas 2 materi
karena keterbatasan waktu. semoga bermanfaat
Resume TDA Bussiness Conference X
Sesi 1 :
Materi 1: Mind Balancing.
Sebagai TDA, akan selalu ada situasi naik dan turun.Dalam situasi
turun, kita harus tetap bisa bergerak dan tidak diam di tempat.
Agar bisa tetap bergerak. Kita harus memahami pola berpikir kita
sendiri saat kondisi-kondisi tidak menyenangkan itu terjadi.
Salah satu yang paling penting adalah memahami atmosfir atau hemisper
dari pikiran kita.Pikiran kita punya pola. Pola itu diketahui pakar
sebagai pola kanan dan pola kiri.Inilah yang harus kita pahami. Tidak
sulit tapi juga tidak terlalu mudah.Apa yang perlu dilakukan hanya
membiasakan diri.Contoh yang paling mudah adalah detik ini juga.
Rasakanlah pikiran kita, apakah kita sedang tegang, senang, sedih,
antusias dan sebagainya.Untuk yang tegang dan sejenisnya, Anda sedang
menggunakan otak kiri, sebaliknya untuk yang senang atau antusias,
Anda cenderung sedang menggunakan otak kanan. Rasakanlah sekarang
juga, cobalah pahami hal ini.
Tanya Jawab :
1. arf_ok : dalam kompisisi, lebih baik mana penggunaan otak kira dan
kanan ?
Jawaban Narasumber :
Misalnya jika sekarang kita sedang cukup stress, segeralah memahami
bahwa itu adalah otak kiri yang sedang bekerja. Tidak perlu
dipersalahkan, tidak perlu ditolak, cukup dipahami dan diterima, tapi
dengan pemahaman bahwa itu tidak berada dalam keseimbangan.
Cara yang paling mudah adalah dengan sesegera mungkin mengafirmasi
diri, misalnya dengan berkata “wahhh… ini otak kiri saya sedang
bekerja terlalu keras.”Ungkapan itu demikian sederhana, tapi powernya
luar biasa. Silahkan Anda coba.Diri Anda, keseluruhannya, tidak lebih
dan tidak kurang, hanya bisa berkata “ya” pada isi pikiran Anda.
Dengan mengatakan itu, maka seluruh diri Anda mulai memahami
keberadaan dua wilayah otak ini. Itu seudah cukup untuk Anda.
Fenomena inilah yang sering kita lihat pada orang yang bekerja dalam
situasi penuh tekanan, atau orang yang stress di rumah, tapi di
kantor tetap efektif dan bekerja. Mereka tidak berdarah dingin,
mereka terampil menyeimbangkan pikirannya.Kebiasaan mereka adalah
selalu mengetahui otak mana yang sedang bekerja. Hanya sesederhana
itu. Anda hanya perlu melatihnya mulai sekarang. Lebih dari itu,
hanya perlu beberapa menit sebelum kebiasaan ini mulai tumbuh dalam
diri Anda.
2. angkasabiruku: saya dengar zikir, puasa bisa mencerdaskan otak
kanan, bagasimana menurut bapak?otak kanan kadang gak masuk akal
logika, apakah sesuatu yang gak logika itu selalu otak kanan pak?
Jawaban Narasumber :
Ya tentu saja, zikir, puasa, bisa dipersepsi sebagai afirmasi positif.
Jika kita sedang bertakbir, secara relektif kita juga berasumsi bahwa
kita akan tumbuh besar. Lebih besar dari masalah yang kita hadapi.
Puasa, membuat kita selalu melirik mereka yang tidak bisa makan
karena terpaksa. Itu artinya, kita diharuskan melihat the bright
side. Alias bersyukur alias merasa untung masih bisa makan. Itu
dilakukan oleh otak kanan.Logika = otak kiri. Logika itu bagus,
tugasnya seperti akuntan yang fungsinya rem untuk soal duit. Logika
adalah untuk survival.Akan tetapi, tidak seluruh hidup kita adalah
untuk berpikir tentang survival saja, melainkan menikmati dan
mensyukuri apa yang sudah dicapai.Dan bersyukur atas nikmat itu,
adalah kerja otak kanan. Itu sebabnya bersyukur itu menyenangkan.
Tanpa logika, pokoknya senang saja. Itulah yang membuat mind balanced.
Hati, melingkupi semuanya. Baik kanan maupun kiri, tidak bisa lepas
dari hati. Ungkapan “berhati-hatilah”, selama ini lebih Anda kenal
sebagai “kiri” alias urusan survival. Apa yang dikatakan Pak Nunu
tentang ini, mestinya tidak selalu begitu, melainkan juga bernuansa
kanan.
angkasabiruku:
bagaimana dengan intuisi/firasat pak, saya dengar intuisi adalah
informasi dari otak kanan juga pak, bagaimana dengan kebenaran
informasi dari intuisitersebut. apakah kita perlu uji dengan otak
kiri?
Jawaban narasumber :
Khawatir itu penting, tapi fungsinya adalah anugerah. Khawatir sering
membuat kita khawatir, padahal khawatir juga punya sisi kanan. Coba
bayangkan tanpa khawatir menyeberang jalan, selamat kah Anda? Jadi
khawatir adalah blessing. Bukan semata-mata mengandung masalah.
Intuisi sering diasosiakan dengan “kanan”. Dalam prakteknya, “sisi
kanan” justru paling berperan bagi seorang entrepreneur. Cobalah
ingat lagi jargonnya. Kesempatan, peluang, fleksibilitas,
kreatifitas, adaptasi, modifikasi, itu semua tentang otak kanan.
Otak kiri Anda mengambil data apa adanya. Tanpa nilai. Kemudian kita
merumuskan dan mengaitkan berbagai hal sehingga sampai pada
kesimpulan. Proses itu, bukan otak kiri melainkan otak kanan.
Otak kiri hanya menambah, mengurang, mengali atau bagi,
mengelompokkan, mengurutkan. Perhatikanlah bahwa serapi apapun itu,
tidak akan berguna kecuali hanya sebagai data atau informasi saja.
Agar lebih bermanfaat, semua data apa adanya itu diolah dengan
kreatif, dengan berbagai pertanyaan “what if”. Di sini, yang bekerja
otak kanan.Itu sebabnya, setiap orang dengan data yang sama akan
menghasilkan output yang berbeda. Sebab, otak kanan punya spektrum
kreatifitas yang lebih luas. Contoh: Secara matematis 1 + 1 adalah 2.
Anda semua pasti sepakat.Tapi, bagaimana dengan matematika otak kanan
seperti ini: 1 + 1 sama dengan 3 atau lebih?
Itulah yang dikonsepkan dalam mastermind. Bahwa dua pikiran
digabungkan, akan menciptakan pikiran ketiga. Jika Anda pake otak
kiri, Anda sulit menerima ini. Tapi jika Anda gunakan otak kanan,
Anda akan menerimanya dengan senang hati.So, Anda bisa melihat
sendiri bahwa otak kanan Anda sama jenius dan bermanfaatnya dengan
otak kiri yang hanya tahu 1 + 1 sama dengan 2. Padahal dengan intuisi
dan otak kanan, Anda bisa tahu bahwa hasilnya bisa 3, 4, 5 atau yang
lain.
3. seta_pm : salam…apa beda otak kanan dan hati, dalam pengaruhnya
dalam attitude? menurut bapak betul tidak sebaiknya kita sebagai
pebisnis sangat dianjurkan untuk mempunyai guru spiritual?
Jawaban Narasumber :
Otak, sesuai dengan kata dasarnya yang mengandung qaf dal dan ha,
seperti juga akidah punya fungsi tunggal yaitu MEMILIH.
Memilih itu lebih ke kiri alias netral. Tak kenal baik atau buruk,
benar atau salah.Hati, adalah untuk menentukan salah atau benar dan
baik atau buruk. Fungsinya merasakan. Kemudian, saat harus memilih,
yang digunakan adalah otak kanan.Kalo pake otak kiri, jadinya akan
begini “jika seseorang memukul saya, maka saya akan memukulnya balik.”
Menurut otak kanan, belum tentu. Sebab, hati Anda lebih berperan di
situ. Hanya saja, tolong dipahami bahwa otak kiri juga pake hati,
mestinya.Soal guru spiritual, nggak pandang pebisnis. Kalo kita
memang manusia beragama, harus punya guru spiritual. Guru terbaik itu
Rosul.Akar kata dari akal adalah sama seperti akidah, yaitu TERIKAT,
terikat pada apa terikat pada PILIHAN! Coba perhatikan kebenarannya.
Otak kiri dan kanan terikat pada pilihan. Kiri hanya bisa memilih.
Dan kanan memilih yang tepat, benar, baik dan sebagainya.
Itu sebabnya, saat sudah memilih, serahkan keputusan akhirnya kepada
otak kanan yang lebih dekat dengan hati. Di atas kertas Anda
harustetap TDB misalnya. Tapi apakah Anda bisa tenang dan bahagia
dengan itu? Takut? Itu cuma otak kiri Anda. Dengan otak kanan, Anda
bisa membayangkan
seta_pm:
maksud saya guru spiritual yang masih hidup secara jasad, bagaimana
menurut bapak? karena hati kita kan sering gak bersih untuk selalu
mengakses Rasul SAW apalagi langsung ke Allah SWT
Jawaban Narasumber :
Kata ulama sih harus. Saya sendiri belum punya.
4. j_avinah: yg saya tangkep selama ini jdnya si kanan yg lbh byk
fungsinya untuk nye-imbangin, (bener gak sih?).. mungkin gak keadaan
sebaliknya? -misal saking gembiranya (otak kanan) trus otak kiri kita
hrs kerja juga?… atau gimana?
Jawaban Narasumber :
Saat lahir, Anda sebenarnya seimbang. Berbagai kejadian berikutnya
membuat Anda terlalu ke kiri. Penolakan, kegagalan, kekhawatiran,
nggak PD, membuat kita terlalu ke kiri.Jarang orang yang lebih ke
kanan. Tapi memang ada. Biasanya, itu karena treatment sejak kecil
dari orang tua yang tidak melecehkan, tidak sering memarahi, tidak
sering ditolak, atau tidak sering dihukum. Perhatikan anak yang
demikian, pasti kreatif. Alias, kanan banget.
j_avinah:
jd kalo udah kanan bgt, msh perlu di seimbangkan ama si kiri gak?
Jawaban Narasumber :
Tentu, terlalu kanan, nanti jadi orang yang nggak serius. Kerjanya
hanya bercanda dan bermain. Malas memilih, malas bertindak, hanya
bersenang-senang.
5. jusron_faizal: salam pak ikhwansopa, bagaimana caranya mengenali
cara dan pola berpikir saya, sejauh ini saya juga belum bisa
merasakan gaya diri saya dalam berpikir, kuat di kanan atau kiri?
Jawaban Narasumber :
Pertanyaan Anda berasal dari kiri. Nggak usah dianalisis, langsung
rasakan saja. Saat ini Anda menggunakan kiri kan?Sekarang pindahlah
ke kanan. Perhatikan ini =))Anda sudah langsung ke kanan. Gitu doang.
Kepekaannya cuma perlu dilatih dan dirasakan.Nggak susah.
Implementasikan dalam bisnis. Ya semudah itu. Kalo dua hari ini Anda
latihan, Anda langsung tahu maksud saya.Contoh, saya mau cari EO,
kiri saya protes. Lu itu siapa. Tapi kanan gua bilang, elu pan udah
personal branding selama setahun. Coba aja.Trus aku coba, bikin
pengumuman tentang Eo. Hasilnya, 20 kota dalam empat hari. Nggak
nyangka kan? Kiri gua akhirnya menerima.
KESIMPULAN SESI 1 :
TERLALU KIRI ANDA TIDAK KEMANA-MANA, TERLALU KANAN ANDA NGGAK JELAS
KEMANA. KESEIMBANGAN MENCIPTAKAN FOKUS YANG BERGERAK.
Sesi 2 :
Materi 2: EMOTIONAL BALANCED
Setiap keadaan Anda punya emosi. Emosi punya energi. Selalulah
mengupayakan agar energi itu positif sifatnya, termasuk jika ia
destruktif sekalipun seperti marah, kecewa, atau sedih. Jika Anda
gagal, Anda akan tertelan badai. Jika berhasil, Anda malah bisa lebih
maju.Di dalam emosi yang negatif, ada dua elemen mendasar, yaitu
sebab munculnya energi itu, dan energi itu sendiri. Jika Anda marah,
ada dua hal, sebab Anda marah, dan energi kemarahan Anda. Pisahkan,
lalu manfaatkan.Anda bayangkan ini. Suatu saat Anda marah. Sadarilah
bahwa “sebab marah” bisa segera Anda lupakan. Tapi energinya akan
tetap ada di sana. Manfaatkan.Contoh: Anda kecewa karena seseorang
memperlakukan Anda dengan tidak menyenangkan.Anda bisa melupakan
sebabnya, dan berfokus pada pemanfaatan energinya. Anda sudah sering
melakukannya.Ingatlah bagaimana Anda menarik nafas dalam-dalam saat
marah kepada seseorang, kemudian Anda berkata, “Jadi gini lho…”
Itu contoh nyata dari apa yang sudah Anda lakukan, hanya perlu
dilatih.Saat Anda menghela nafas, Anda mencoba melupakan sebab. Dan
saat Anda mengatakan kalimat berikutnya, itu artinya Anda sedang
mencoba memanfaatkan energinya. Dan biasanya, Anda akan lebih bisa
mengontrol diri. Bukan begitu.Contoh lain, adalah saat Anda bisa
berkata setelah menghela nafas, “Ok… gini deh.”
Itu adalah skill, tapi Anda mungkin melupakannya. Itu skill penting
supaya Anda tidak salah menyalurkan energi emosi. Jika berhasil, Anda
akan merasakan bedanya ketimbang Anda langsung melampiaskan marah
begitu saja. Ini mudah sekali sebenarnya, karena kita adalah orang
yang terdidik.
Sesi Tanya Jawab :
1. eko.purnomo: terima kasih Pak, saya mau tanya, kalau kita sedang
marah, energi kan banyak keluar, bisa gak ya energi tersebut
disalurkan ke otak kanan? dulu saya pernah mengikuti pelatihan alpha
energy, katanya kalau orang sedang puncaknya marah, dan disalurkan
dengan tepat, maka apa yang diingikan akan segera terwujud, benarkah ?
Jawaban Narasumber :
Pada dasarnya memang itu maksudnya. Logika kiri Anda terbatas. Tapi
imajinasi Anda hampir tanpa batas. Energi emosi itu, bisa Anda
gunakan untuk meramalkan masa depan. Nggak usah jauh-jauh, beberapa
detik setelah marah bisa Anda prediksi bisa jadi apa. Malapetaka atau
solusi.Apa yang Anda perolah dari pelatihan itu sama maksudnya.
2. angkasabiruku: energi emosi yang manakah yang paling tinggi
kekuatan energinya untuk mencapai tujuan tujuan kita? Apakh energi
emosi ketika kita diremehkan atau energi emosi ketika kita dihargai?
Jawaban Narasumber :
Tidak ada yang tahu batasan emosi kita. Anthony Robbins mengatakan
it’sthe giant within. Besarnya luar biasa. Contoh adalah imajinasi.
Itu juga emosi, khayalan, Anda lihat sekarang hasilnya? Mengkhayal
bisa terbang, mengkhayal ke bulan, mengkhayal bisa berkomunikasi
seperti ini.Mau nggak mengkhayalkan kesuksesan Anda sendiri?Hati,
melingkupi semuanya, Baik kanan
3. ichsansnts: Pertanyaan saya real saja pak. Saya mengelola
minimarket milik saya sendiri pak, setiap hari saya selalu
dipusingkan dengan tagihan dari suplier2 saya. ada masukan untuk
lebih menyeimbangkan kiri dan kanan saya?
Jawaban Narasumber :
Tagihan Anda itu urusan kiri Anda. Lihatlah yang kanan, betapa omzet
Anda sebenarnya berkembang. Jika Anda sedang merugi, lihatlah bahwa
nanti akan berkembang. Jika Anda bisa melihat itu semua, Anda masuk
ke kanan. Lalu rasakan visualisasi yang nikmat itu.
ikhwansopa: Omzet Anda tumbuh?
ichsansnts: 3 bulan ini turun pak
ikhwansopa: Answer please.
ikhwansopa: Apa rasanya?
ichsansnts: pusing pak
ikhwansopa: Pernah naik?
ichsansnts: pernah
ikhwansopa: Banyakan naik apa turun?
ichsansnts: banyak turunnya tahun ini
ikhwansopa: Menurut Anda bisa naik nggak?
ichsansnts: bisa pak
So, rasakan itu terus menerus, bahwa Anda akan menemukan jalan untuk
KEMBALI naik. This is only a TEMPORARY defeat. Rasakan terus. Kalo
perlu, nggak usah mikirin gimana caranya. Ntar pasti ketemu.
Otak Anda tidak bisa diisi dengan dua hal. Hanya bisa diisi dengan
satu hal. Isilah dengan kemungkinan NAIK. Cukup itu saja. Gimana
caranya? Ntar, rasakan dulu untuk beberapa hari. Nanti lapor sama
saya hasilnya.Jangan lupa RASAKAN kemungkinan NAIK. Betapa itu
menyenangkan.Skeptis? Nggak usah. Pokoknya RASAKAN.Kreatifitas Anda
tidak akan muncul kalo Anda merasa susah. Anda harus merasa senang.
Sekalipun itu khayalan (khayalan yang mungkin lho!)Ingatlah bahwa
segala sesuatu diciptakan DUA KALI, pertama dalam bentuk blue print,
di kertas atau di kepala Anda. Kedua adalah realisasinya. Dengan
merasakan nikmatnya sukses yang belum datang, Anda sudah masuk ke
proses penciptaan.Ya. Doa jangan lupa.Gedung diciptakan dua kali.
Sukses diciptakan dua kali. Mulailah proses penciptaan dengan
membayangkan keberhasilan. Arsitek tidak akan menggambar rancang
bangun dengan asumsi akan ambruk toh?
4. aviist: pak, saya baru bercerai karena saya lihat perkawinan ini
yang menghambat usaha saya dan setelah kasus saya selesai seketika
itu juga semua perasaan negatif tentang usaha saya hilang..apakah di
dalam fase sebelum perceraian saya mengalami ketidak seimbangan pak??
dan mengapa setelah perceraian seketika
Jawaban Narasumber :
Anthony Robbins juga bercerai karena merasa bahwa perkawinannya jadi
hambatan. Cerai tidak disukai, tapi dimungkinkan terjadi. Jika
bercerai itu keyakinan Anda, dan Anda tidak menyesal. Anda tidak
bermasalah.Jodoh itu ditangan Tuhan. Itu tidak hanya berarti hanya
untuk sebelum kawin. Sesudah kawin pun, jodoh tetap di tangan Tuhan.
Kita tidak akan pernah tahu.Jika Anda tidak merasa menyesal, so the
show must go on. Keeping moving!Itu rahasia Tuhan, tapi jika Anda mau
mereviewnya, Anda pasti akan menemukan. But for what? Sudah tidak ada
gunanya. Lihatlah ke depan saja, kasihilah mantan istri, jadikan
teman, dan yang pasti adalah anak.Jika emosi Anda kini positif,
jangan buat menjadi negatif dengan menyengaja menyesali masa lalu.
Dalam kasus tertentu, suatu saat Anda akan sangat menghargai
penderitaan yang dua tahun itu. Minimal, soba kalo nggak cerai…
mungkin saya tidak akan sesukses ini. Mohon maaf, ini bukan
pembenaran perceraian, tapi sudah terlanjut terjadi. Maka itu harus
dijadikan sesuatu yang indah dari masa lalu.
5.deni_sutisna: Terimakasih pak. Saya sering larut dalam suatu emosi
negatif yang membuat saya down, bahkan bisa berhari-hari, saya
sebetulnya sadar klo saya harus keluar dari kondisi tersebut, tapi
sering kali sulit. Pertanyaannya selain dari faktor internal, apa ada
faktor eksternal yg efektif untuk membantu keluar dari kondisi stress?
Jawaban Narasumber :
Itu sebabnya, Anda disuruh rekreasi kalo lagi stress. Faktor
eksternal sangat berpengaruh. Karena emosi kita hampir semuanya,
adalah refleksi cara pandang kita tentang dunia.Stress? Ya tinggal
rekreasi sebenarnya.Itu sebabnya disebut dengan RE-KREASI. Supaya
Anda bisa memunculkan kembali kreatifitas Anda. Jangan anggap enteng
rekreasi.Anda stuck. Kiri Anda terus menerus protes. Latihan materi 1
akan membantu Anda.Anda di pantai, tapi otak Anda di kantor. itu
kerjaan otak kiri. Suruh istirahat. Ia manut saja kok.
KESIMPULAN MATERI 2: EMOSI NEGATIF MENJERUMUSKAN, EMOSI POSITIF
MENDORONG. KESEIMBANGAN POSITIF MENCIPTAKAN FOKUS YANG BERGERAK.
KESIMPULAN BESAR: JAGA KESEIMBANGAN PIKIRAN, JAGA KESEIMBANGAN EMOSI.
JANGAN KIRI TERUS, JANGAN NEGATIF TERUS. HASILNYA, ANDA AKAN
TETAPMELAJU DI TENGAH BADAI.